Pengaruh Manajemen Inovasi dan Kinerja Rantai Pasok terhadap Pengembangan UMKM Tekstil
Kata Kunci:
manajemen inovasi, UMKM tekstil, kinerja rantai pasokAbstrak
Penelitian ini menganalisis pengaruh manajemen inovasi dan kinerja rantai pasok terhadap pengembangan UMKM tekstil di Provinsi Banten. Persaingan yang semakin ketat pasca-pandemi COVID-19 menuntut pelaku UMKM untuk berinovasi dan mengelola rantai pasok secara efisien guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini juga mengeksplorasi sinergi antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini berpendekatan kuantitatif dengan survei, data dikumpulkan dari 180 responden yang merupakan pemilik atau manajer UMKM tekstil. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur, dianalisis menggunakan regresi berganda untuk menguji pengaruh variabel-variabel tersebut. Hasil menunjukkan bahwa manajemen inovasi berpengaruh signifikan terhadap pengembangan UMKM (β=0,45; p=0,000). Faktor seperti frekuensi inovasi produk, adopsi teknologi, dan pelatihan karyawan terbukti mendorong pertumbuhan usaha. Kinerja rantai pasok juga memiliki pengaruh signifikan (β=0,38; p=0,002), dengan efisiensi pengadaan bahan baku, kecepatan distribusi, dan hubungan dengan pemasok menjadi faktor penting. Menariknya, interaksi antara manajemen inovasi dan kinerja rantai pasok memberikan pengaruh lebih besar (β=0,60; p=0,000), menekankan pentingnya sinergi antara kedua aspek. Temuan ini mendukung teori inovasi Schumpeter (1934) dan teori rantai pasok Christopher (2016), serta konsisten dengan studi sebelumnya seperti Tidd dan Bessant (2020). Namun, penelitian ini menawarkan kontribusi baru dengan menyoroti pentingnya kombinasi inovasi dan efisiensi rantai pasok dalam konteks UMKM tekstil di Indonesia. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan wilayah, sektor, dan metode untuk menggali dinamika yang lebih mendalam.








